blog seputar madrasah

STUDI ISLAM DAN LINGKUP KAJIANNYA



POKOK PERMASALAHAN
A.    Apa pengertian Studi Islam
B.     Bagaimana Ruang Lingkup Studi Islam
C.     Bagaimana Pendekatan dan Metodologi Studi Islam


II. PEMBAHASAN
1.      Apa Pengertian Studi Islam
Secara Etimologi (bahasa) Studi  berasal dari bahasa Inggris yaitu Study, yang berarti mempelajari atau mengkaji.
Sedangkan Islam berasal dari bahasa Arab yaitu kata salima dan aslama.Salima mengandung arti selamat,tunduk dan berserah.  Sedang aslama juga mengandung  arti  kepatuhan, ketundukan dan berserah. Adapun pengertian Islam secara Terminologi (Istilah) sebagaimana yang dirumuskan para ahli ulama dan cendekiawan bersifat sangat beragam tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Salah satu rumusan definisi Islam adalah Wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. 1 (1) 
Istilah Studi Islam dalam bahasa Inggris adalah Islamic Studies, dan dalam bahasa Arab adalah Dirosat al-Islamiyah. Ditijnau dari sisi pengertian, Studi Islam secara sederhana dimaknai sebagai “kajian Islam”. Pengertian Studi Islam sebagai kajian Islam sesungguhnya memiliki cakupan makna dan pengertian yang luas. Hal ini wajar adanya sebab sebuah istilah akan memiliki makna tergantung kepada mereka yang menafsirkannya. Karena penafsiran memiliki latar belakang yang berbeda satu sama lainnya, baik latar belakang studi, bidang keilmuan, pengalaman maupun berbagai perbedaan lainnya, maka rumusan dan pemaknaan yang dihasilkanpun juga akan berbeda.
Selain itu kata Studi Islam itu sendiri gabungan dari dua kata, yaitu kata studi dan kata Islam. Kata studi memiliki berbagai pengertian. Rumusan Lester Crow dan Alice Crow menyebutkan bahwa studi adalah kegiatan yang secara sengaja diusahakan dengan maksud untuk memperoleh keterangan, mencapai pemahaman yang lebih besar atau meningkatkan suatu ketrampian.
Studi keislaman dikalangan ummat Islam sendiri tentunya sangat berbeda tujuan dan motivasinya dengan yang dilakukan oleh orang-orang diluar kalangan ummat Islam. Dikalangan ummat Islam, studi Islam bertujuan untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran Islam agar mereka dapat melaksanakan dan mengamalkan Islam dengan benar. Sedangkan di luar kalangan ummat Islam, studi keislaman bertujuan untuk mempelajari seluk beluk agama dan praktik-praktik agama yang berlaku dikalangan ummat Islam yang semata-mata sebagai ilmu pengetahuan. Namun sebagimana halnya dengan ilmu-ilmu pengetahuan tentang seluk beluk agama dan praktek-praktek keagamaan Islam tersebut bisa digunakan  atau dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu, baik bersifat positif maupun negatif.
                
1.(1) Ngainun Naim, Pengantar Studi Islam, Yogayakarta:Teras,2009,hlm 1-3
               
2.      Ruang Lingkup Studi Islam
Ada 3 ranah studi Islam yakni;
Ajaran; Islam sebagai ajaran (wahyu) bersifat normatif secara tekstual yang mana kebenarannya mutlak, absolut tidak dapat diganggu gugat.Qur’an merupakan sumber ajaran yang pertama, ada beberapa pendapat mengenai pengertian Al-Quran;
a.      Kata benda (mashdar)dari kata kerja  (fi’il)yang berarti membaca/bacaan. Al-Qur’an dari kata alqarain, jamak dari qarinah dari kata  qarana yang berarti menggabungkan.Pendapat lain menyatakan kata al-quran dari kata al-qar’u yang berarti himpunan.2
b.      Al-Qur’an merupakan nama diri yang diberikan oleh Allah kepada kitab suci yang diturunkan kepada Muhammad Saw sebagaimana dengan penamaan kitab taurat, zabur dan injil.3
c.       Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir melalui malaikat Jibril yang tertulis dalam mushaf dan sampai kepada kita dengan jalan mutawatir, membacanya adalah ibadahyang diawali dengan suratv Al-fatihah dan diakhiri surat An-Nas.4
Kerangka ajaran islam digambarkan sbb;


2. Subhi-as-Salih, Mabahithfi ‘Ulum al-Qur’an, Beirut: Dar al-Ilm li al-Malayin,1997,  hlm.18-19 dan dalam Tim Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel Surabaya, Studi Al-Qur’an, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press,2011, hlm.2
3. As-Suyuti, al-Itqan Ulum al-Qur’an, Beirut-Libanon:Dar al-Kutub Al-Ilmiyah, 2004, hlm.52
4. As-Sabuni dalam dalam Tim Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel Surabaya, Studi Al-Qur’an, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press,2011, hlm.3
Penafsiran: mempelajari Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah secara kontekstual dengan menggunakan berbagai pendekatan yang mana kebenarannya tidak mutlak,namun bersifat relatif dan temporel karena merupakan penafsiran /kajian yang datang dari manusia. Ada beberapa Sistematika Penafsiran  Al-Qur’an;
1.      Sistematika Sederhana (al-manhaj al-basith). Sistematika yang mengemukakan aspek-aspek penafsiran yang biasanya hanya memberikan kata-kata sinonim (muradif) dari lafal-lafal ayat yang sukar serta sedikit penjelasan ringkas. Sistematika ini bisa dijumpai pada penafsiran Nabi dan para Sahabatnya yang hanya memberikan keterangan tentang kata ayat-ayat yang sukar saja.
2.      Sistematika Sedang (al-manhaj al-wasith). Sistematika yang dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan dua atau tiga nuzul ayat dan sedikit tafsiran kalimat-kalimatnya. Sistemaka ini digunakan para sahabat dan tabi’in, yang mulai menambahkan sedikit keterangan yang disisipkan ditengah-tengah ayat Al-Qur’an
3.      Sistematika Lengkap (al-manhaj mabsuth). Sistematika ini menyangkut penafsiran ayat; mulai dari mufradat, i’rab, dan bacaannya relevansi (Almunasabah) ayat, makna ringkasnya dan pengistimbathan hukum-hukum yang dikandungnya serta hikmah dari diisyaratkannya hukum-hukum tersebut. Sistematika ini digunakan oleh para tabi’in dan ulama-ulama mutaqaddimin pada umumnya.1
Implementasi; disini sudah tidak lagi berbicara tentang teks, hampir sama dengan penafsiran maka kebenarannyapun tidak mutlak
3.      Bagaimana Pendekatan dan Metodologi Studi Islam.
Pendekatan dalam bahasa Inggris =>approach adalah suatu disiplin ilmu yng dijadikan landasan kajian sebuah studi atau penelitian. Pendekatan dalam aplikasinya lebih mendekati disiplin ilmu karena tujuan utama pendekatan untuk mengetahui sebuah kajian dan langkah-langkah metodologis yang dipakai dalam pengkajian atau penelitian.2






   
2. Khoiriyah,M.Ag, Memahami Metodologi Studi Islam, Yogayakarta:  Teras, 2013, hlm 86


Jika digambarkan pendekatan dan metode dalam hubungannya dengan Pemahaman Islam sbb:
PENDEKATAN
METODE
 



MSI
       
v Teologif  Normatif
v Antropologi
v Sosiologi
v Psikologi
v Historis
v Kebudayaan
v Filosofi
v dll
Pemahaman Komprehensif
Ø Deskriptif
Ø Filologi
Ø Komparatif
Ø Hermeneutik
Ø Fenomenologi
Ø Mistik
Ø dll
 








1.      Pendekatan Teologis-Nomatif
Pendekatan teologis – normatif dalam pemahaman keagamaan adalah pendekatan yang menekankan pada bentuk formal atau simbul-simbul keagamaan yang masing-masing bentuk formal atau simbul-simbul keagamaan tesebut mengklaim dirinya sebagai yang paling benar, sedangkan pemahaman yang lain dianggap salah. Yang dimaksud dengan normatif adalah memandang agama dari segi ajarannya yang pokok dan asli dari Tuhan yang didalamnya belum terdapat penalaran manusia.3 Pendekatan teologi dalam memahami agama cenderung tertutup, tidak ada dialog, parsial, saling menyalahkan, saling mengkafirkan, yang pada akhirnya terjadi pengkotak-kotakan ummat, tidak ada kerja sama dan tidak terlihat adanya kepedulian.





3.Supiana, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009, hlm.69-70

Pendekatan teologis normatif mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah melalui Pendekatan teologis normatif, seseorang memiliki sikap militansidalam beragama, yaitu berpegang teguh kepada yang diyakininyasebagai yang benar tanpa memandang dan meremehkan agama lainnya.Sedangkan kekurangannya adalah bersifat eksklusif-dokmatis, tidak mau mengakui agama lain dan sebagainya. Sikap eksklusifisme teologis dalam memandang perbedaan dan pluralitas agama sebagaimana tersebut diatas merugikan diri sendiri dan yang lain, karena sikap semacam ini mempersempit bagi masuknya kebenaran baru yang bisa membuat hidup lebih lapang dan lebih kaya akan nuansa.
Untuk itulah ummat Islam seharusnya memahami Islam tidak hanya menggunakan pendekatan teologis –normatif saja, tetapi juga dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang lain,seperti pendekatan sosiologi, antropologi, filsafat dan lain sebagainya. Hal ini mempunyai tujuan agar pemahaman tentang Islam menjadi utuh, integral, universal dan komprehensif.
2.      Pendekatan Antropologis
Antropologis adalah ilmu tentang manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia yang diperoleh sebagai mahkluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan pengalaman dan lingkungan dan mendasariserta mendorong tingkah lakunya.4 Antropologi memperhatikan terbentuknya pola-pola perilaku manusia dalam tatanan nilai yang dianut dalam kehidupan manusia.5
Kebudayaan mencakup tiga aspek yaitu pemikiran, kelakuan dan hasil kelakuan. Kebudayaan manusia pada dasarnya adalah serangkaian aturan-aturan atau kategorisasi-kategorisasi, serta nilai-nilai.Kebudayaan bukan hanya ilmu pengetahuan saja, tetapi juga hal-hal yang buruk, bahasa, dan lain sebagainya. Kebudayaan meliputi unsur-unsur sistem sosial, sistem bahasa dan komunikasi, sistem agama, sistem ekonomi dan teknologi, sistem politik dan hukum.6



4.Parsudi Suparlan dalam Supiana, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam   Departemen Agama Republik Indonesia, 2009, hlm.. 74
5. Mattulada, Studi Islam Kontemporer (Sintesis Pendekatan Sejarah, Sosiologi dan Antropologi dalam mengkaji Fenomena keagamaan), dalam Metodologi Penelitian Agama: Sebuah Pengantar, Yogakarta: Tiara Wacana, 1989, hlm.1
6.Koentjaraningrat dalam Supiana, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009, hlm.74
3.      Pendekatan Sosiologis
Mengkaji fenomena keagamaan berarti mempelajari perilaku manusia dalam kehidupannya beragama. Fenomena keagamaan itu sendiri adalah perwujudan sikap dan perilaku manusia yang menyangkut hal-hal yang dipandang suci, keramat yang beralasan dari sesuatu kegaiban. Ilmu pengetahuan sosial dengan caranya masing-masing atau metode, teknik dan peralatannya dapat mengamati dengan cermat perilaku manusia itu, hingga menemukan segalaunsur yang menjadi komponen terjadinya perilaku itu.Sosiologi menyoroti dari sudut posisi manusia yang membawanya kepada perilaku iu.7
Sosiologi merupakan sebuah kajian ilmu yang berkaitan dengan aspek hubungan sosial manusia antara satu dengan yang lain atau antara kelompok satu ddengan yang lain.8 Sosiologi menitikberatkan pada sistem sosial (masyarakat) yang kompleks, sedangkan antropologi menitikberatkan masyarakat yang erat hubungan kekerabatan (masyarakat sedderhana). Sosiologi merupakan ilmu sosial yang obyeknya adalah masyarakat yang bersifat empiris, teoritis dan kumulatif.
4.      Pendekatan Historis (Sejarah)
Secaara bahasa, sejarah mempunyai arti cerita suatu rekontruksi atau juga kumpulan gejala empiris masa lampau. Menurut materinya (subject matter), sejarah dibagi menjadi;
Ø  Daerah (Asia, Eropa, Amerikadll)
Ø  Zaman (Zaman klasik, modeern, pertengahan dll)
Ø  Tematik (sejarah politik, sejarah agama, sejarah seni, dll)
Sebuah studi atau penelitian sejarah, baik yang lalu maupun yang     kontemporer sebenarnya kombinasi antara aktor dan peneliti, sehingga merupakan suatu realitas dari hari lampau yang utuh.Pendekatan sejarah menitikberatkan pada kronologi pertumbuhan dan perkembangan. Pendekatan historis menggunakan analisis atas peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum. Metode ini dapat dipakai misalnya, dalam hal pengamalan (kebudayaan ummat Islam).9 Metode ini sebaiknya dikombinasikan dengan metode komparatif (perbandingan).



7. Mattulada, Studi Islam Kontemporer (Sintesis Pendekatan Sejarah, Sosiologi dan Antropologi dalam mengkaji Fenomena keagamaan), dalam Metodologi Penelitian Agama: Sebuah Pengantar, Yogakarta: Tiara Wacana, 1989, hlm.1
8. Khoiriyah, Menggagas Sosiologi Pendidikan Islam, Yoyakarta:Teras,2012
9. Soejono dan Abdurrahman, Metode Penelitian Suatu Pikiran dan Penerapan, Jakarta:Rineka Cipta, 1999, hlm.30
Pendekatan sejarah merupakan penyelidikan atas suatu masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis.10 Lebih khusus penelitian sejarah merupakan seperangkat aturan dan prinsipsistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilainya secara kritis dan mengajukan sintesis dari hasil-hasil yang dicapaidalam bentuk teretulis.
Ilmu sejarah mengamati proses terjadinya perilaku manusia. Sistematisasi langkah-langkah pendekatan/metode sejarah sbb;11
1.      Pengumpulan obyek yang berasal dari suatu zaman dan pengumpulan bahan-bahan tertulis dan lisan yang relevan (heuristik)
2.      Menyingkirkan bahan-bahan (atau bagian-bagian daripadanya) yang tidak otentik (kritik atau verivikasi)
3.      Menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik (aufassung atau interprretasi)
4.      Penyusunan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan kisah atau penyajian yang berarti.
Jika hukum dipelajari dengan mempergunakan  pendekatan analisis sejarah, maka orang akan menjadi terbuka terhadap perubahan dan pembaruan hukum.Orang tidak akan lagi memegang teguh pendirian bahwa hanya suatu aliran hukum sajalah yang paling benar dan berlaku disemua tempat dan sepanjang waktu. Dengan menggunakan pendekatan analisis sejarah, akan terlihat yang universal pada hukum Islam adalah dasar dan tujuannya. Dasarnya ialah Tauhid,yang tidak ada seorang muslimpun mengingkarinya dan tujuannya adalah kemaslahatan ummat dalam upaya mencapai kebahagiaan akherat. Perbedaan suatu aliran dan aliran lain akan membawa maslahat bagi ummat.12






11.Ibit hlm.44
12. Nourouzzaman Shiddiqi, Sejarah: Pisau Bedah Ilmu Keislaman, dalam Metodologi Penelitian Agama: Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Tiara Wacana,1989, hlm.86


5.      Pendekatan Filosofis
Filsafat dapat dirumuskan sbb:13
v  Filsafat ialah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat diawab oleh ilmu pengetahuan biasa, karena masalah-masalah termaksud itu diluar atau diatas jangkauan ilmu pengetahuan bias.
v  Filsafsat ialah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami (mendalami dan menyelami) secara radikal dari integral serta sistematik hakikat sarwa-yang ada Yaitu hakikat Tuhan, hakikat alam semesta dan hakikat manusia, serta sikap manusia termaksud sebagai konsekuensi dari pemahaman tersebut.
Obyek filsafat meliputi obyek material dan obyek formal. Obyek material filsafat dibagi   atas 3 persoalan pokok yaitu; hakekat Tuhan, hakekat alam semesta dan hakekat manusia. Sedangkan obyek formal filsafat adalah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-dalamnya, sampai ke akarnya) tentang obyek material filsafat.14
Dengan demikian maka filsafat bertujuan untuk memahami alam semesta, maknanya, dan juga nilainya. Falsafah Islam menjadi bermanfaat dan mampu memberikan problem solving bagi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Jika tidak demikian maka falsafah Islam harus puas dengan kajian-kajian klasik yang sering kali tidak bersentuhan dengan problematika kontemporer.15
Islam  bukan agama yang hanya didasarkan pada intuisi mistik manusia dan terbatas pada hubungan antara manusia dengan Tuhan. Ini adalah hanya satu dimensi dari agama Islam. Untuk mempelajari ini metode dan pendekatan filosofis harus dipergunakan karena hubungan manusia dengan Tuhan dibahas dalam filsafat.




13.Endang Saifuddin Anshari, Ilmu Filsafat dan Agama, Surabaya: Bina Ilmu Bekerjasama dengan Lembaga Studi Islam Bandung, 1987, hlm.85
14.Ibid, hlm.87-88
15. M.Amin Abdullah, Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1995, hlm. 92


Dalam penyelidikan tentang agama, jalan baru harus ditempuh. Islam buakn agama yang monodemensi, maka berbagai metode ilmiah dalam segala cabang ilmu pengetahuan bisa ditempuh. Berbagai metode tersebut adalah;
1.      Metode Folologi
Kata filologi berasal dari bahasa yunani Philologia yang berarti cinta kepada bahasa, karena huruf membentuk kata, kata membentuk kalimat dan kalimat adalah inti dari bahasa. Filologi dipakai dalam arti pengkajian teks.1 Metode Filologi merupakan metode penelitian berdasarkan analisis teks. Istilah filologi berarti metode yang mempelajari dan meneliti naskah-naskah lama untuk mengerti apa yang terdapat didalamnya sehingga diketahui latar belakang kebudayaan masyarakat yang melahirkan naskah-naskah itu.
Metode Filologi dalam kajian Islam (Islamic Studies) mempunyai keterbatasan yang diantaranya adalah penekanan yang eksklusifitas terhadap teks atau naskah. Dunia Islam dipahami melalui cara yang tidak langsung, yaitu tidak dengan melakukan penelitian tentang kehidupan umat Islam yang ada didalam masyararkatnya, tetapi melalui prisma teks, yang pada umumnya teks-tesk itu berasal dari tradisi intelektual klasik milik umat Islam. Kajian ini berfokus pada tulisan-tulisan umat Islam, bukan pada kehidupan umat Islam itu sendiri.1
2.      Metode Deskriptif
Deskriptif memiliki arti uraian apa adanya yang berasal dari suatu tempat atau tokoh sebuah peristiwa. Bisa juga berasal dari seorang tokoh yang menyangkut pemikirannya. Metode ini digunakan untuk mengangkat pemikiran yang diteliti. Karena tujuannya inilah maka yang dilakukan hanya menggunakan pemikiran pengarang dengan cara menjelaskan dan menghubungkan secara cermat data dalam bentuk-bentuk pernyataan dan rumusan-rumusan pendapat. Selanjutnya jika akan diperdalam pada implikasi-implikasi logis maupun empirik, maka dilakukan analisis rasional kosa kata atau sosial empirik.
Penelitian deskriptif merupakan sebuah metode yang berusaha menggambarkan objek apa adanya dan sangat berguna untuk permasahan tingkah laku manusia.2




1.      Khoiriyah, Memahami Metodologi Studi Islam, Yoyakarta:Teras,2013, hlm.101
2.      Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, hlm.157 dan Soejono dan Abdurrahman, Metode Penelitian Suatu Pemikiran dan Penerapan, Jakarta: Rineka Cipta, 1999, hlm.19
3.      Metode Komparatif
Metode Komparatif merupakan metode perbandingan antara yang satu dengan yang lain. Metode ini dimaksudkan menemukan tipe, corak atau kategori suatu  pemikiran kemudian memposisikannya dalam peta pemikiran secara umum. Dalam metode perbandingan yang dillakukan adalah mengemukakan teori induk yang menggambarkan tipologi atau aliran-aliran pemikiran dalam berbagai indikatornya. Teori ini  kemudian digunakan untuk mendeduksi pemikiran yang telah direkonstruksi (dibangun kembali)
4.      Metode Hermeneutika
Secara Etimologis, kata Hermeneutika berasal dari bahasa  Yunani hermeneuein yang berarti menafsirkan. Kata bendanya berarti penafsiran atau interpretasi.3
Richard E. Palmer mengartikan Hermeneutik sebagai prosses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti.4
Pada dasarnya Hermeneutik berhubungan dengan bahasa. Hermeneutik adalah cara baru untuk ‘bergaul’ dengan bahasa. Penerapan Hermeneutik cukup luas pada ilmu-ilmu kemanusiaan, seperti sejarah, agama filsafat, seni sastra dll.Disiplin ilmu yang pertama yang banyak menggunakan Hermeneutikadalah ilmu tafsirkitab suci. Sebab semua karya yang mendapatkan inspirasi Illahi Al-qur’an supaya dapat dimengerti memerlukan interpretasi atau Hermeneutik.
Hermeneutik biasanya dipandang sebagai suatu sub disiplin teologi yang mencakup kajian metodologis tentang otentikasi dan penafsiran teks. Teologi selalu dikaitkan dengan Hermeneutika karena dokma adalah interpretasi kitab suci.
5.      Metode Fenomenologi
Metode Fenomenologi digunakan untuk mencari hubungan-hubungan pemikiran dengan kondisi-kondisi sosial yang ada sebelumnya dan sesudah pemikiran itu muncul. Metode Fenomenologi merupakan metode yang didasari oleh filsafat Fenomenologi, yaitu mengajarkan pada pentingnya melihat gejala yang tampak dari sebuah entitas untuk menafsirkan alam pemikiran yang berkembang dalam entitas tersebut.5


3.      E. Sumaryono, Herneneutik, Sebuah Metode Filsafat, Yogakarta:Penerbit Kanisius, 1999, hlm.23
4.      Richard E. Palmer, Herneneutics, Evanston: Norhwestern Univ. Press, 1969, hlm.3
5.      Jamali Sahrodi, Metodologi Studi Islam (Menelusuri Jejak Historis Kajian Islam ala Sarjana Orientalis), Bandung: Pustaka Setia, 2007, hlm.60
Metode Fenomenologi digunakan dalam kajian Islam, contohnya tentang Pendekatan Memahami “Ketegangan” Agam (Metode  Fenomenologi Edmund Husserl).6
Pengaruh Husserl atas Filsafat dan metode Fenomenologi sangat besar terutama dalam membangun obyektifitas pengertian manusia yang benar bukan berarti tanpa kelemahan. Obyektifitas –unversal telah merupakan kontribusi terbesar darinya. Namun gagasan ini menjerumuskan pada idealisme transendental. Metode fenomenologi dalam wacana keislaman harus dikompromikan sehingga hubungan anatara keduanya dapat diumpamakan seperti pure sciences (fenomenologi) dan appliend sciences (teologi), sehingga keduanya bisa salig mengisi
6.      Metode Mistik
Aspek mistik (supranatural) didalam Islam juga dikajidan dipahami, selain aspek realitas logis empiris. Dalam mengkaji aspek mistik/supranatural ini metode yang digunakan adalah metode mistikyang berbeda dengan metode sains ilmiah, bukan kaidah-kaidah ilmiah yang logis, empiris dan rasional. Contohnya adalah dalam memahami mu’jizat yang diberikan Allah untuk para Nabi dan Rasul.
7.      Metode Holistik
Metode Holistik merupakan gambaran dari beberapa metode yang dimaksudkan untuk melihat semua aspek yang terdapat dalam suatu pemikiran. Cara berfikir deduktif digunakan untuk membuat tipologi, perbandingan digunakan untuk melihat pengaruh-pengaruh, dan hermeneutika digunakan untuk menemukan hubungan pemikiran dengan gejala-gejala sosial yang ada, sehingga pemahaman tentang Islam akan semakin integraldan komprehensif.7
Dengan metodde holistik (menyeluruh) tentang Islam, maka Islam sebagai ajaran yang universal dapat dipahami secara utuh dan integral melalui pendekatan dan metode yang akurat, sesuai dan tepat. Hal ini juga menghindari pemahaman yang parsial (sepotong-potong), tidak utuh, tidak sistematis, dan tidak universal.




6.      Dalam Lukman S. Thahir, Studi Islam Interdisipliner; Aplikasi Pendekatan Filsafat, Sosiologi, dan Sejarah, Yogyakarta: Qirtas (Kelompok Penerbit Qalam), 2004, hlm.57-72
7.      Abuy Sodikin, Metodologi Studi Islam, Bandung: Insan Mandiri, 2002

III. PENUTUP
Akhirnya sampai pada kesimpulan. Dari Paparan makalah kami tentang “Studi Islam dan Ruang Lingkupnya” dapat disimpulkan sbb;
Ø  Studi Islam sebagai kajian Islam memiliki cakupan makna dan pengertian yang luas.
Ø  Ada 3 ranah dalam studi Islam (ajaran, penafsiran dan implementasi)
Ø  Ada berbagai pendekatan dalam memahami Islam (teologis-normatif, sosiologis,antropologis,psikologis, historis kebudayaan, filosofis dll)
Ø  Berbagai ragam metode (deskriptif, filologi, komparatif, hermeneutik, fenomenologi,dll)
Ø  Dengan mengenal berbagai pendekatan dan metode Studi Islam diharapkan menjadi seorang yang tidak fanatik buta, namun berwawasan luas kedepan tanpa harus mengklaim diri paling benar, namun menjadi manusia yang arif bijaksana dalam menghadapi keberagaman pola pikir maupun pendapat orang lain maupun masyarakat.
Sebagai penutup, tiada gading yang tak retak, tentunya makalah ini jauh dari sempurna maka saran dan kritik demi kebaikan mendatang sangat kami harapkan.
















DAFTAR PUSTAKA:
1.(1) Ngainun Naim, Pengantar Studi Islam, Yogayakarta:Teras,2009
2. Subhi-as-Salih, Mabahithfi ‘Ulum al-Qur’an, Beirut: Dar al-Ilm li al-Malayin,1997,  dan dalam Tim Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel Surabaya, Studi Al-Qur’an, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press,2011
3. As-Suyuti, al-Itqan Ulum al-Qur’an, Beirut-Libanon:Dar al-Kutub Al-Ilmiyah, 2004
4. As-Sabuni dalam dalam Tim Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel Surabaya, Studi Al-Qur’an, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press,2011
5. Khoiriyah,M.Ag, Memahami Metodologi Studi Islam, Yogayakarta:  Teras, 2013,
6. Supiana, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009
7. Parsudi Suparlan dalam Supiana, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam   Departemen Agama Republik Indonesia, 2009
8. Mattulada, Studi Islam Kontemporer (Sintesis Pendekatan Sejarah, Sosiologi dan         Antropologi dalam mengkaji Fenomena keagamaan), dalam Metodologi Penelitian Agama: Sebuah Pengantar, Yogakarta: Tiara Wacana, 1989
9. Koentjaraningrat dalam Supiana, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009
11. Soejono dan Abdurrahman, Metode Penelitian Suatu Pikiran dan Penerapan, Jakarta:Rineka Cipta, 1999
12. Nourouzzaman Shiddiqi, Sejarah: Pisau Bedah Ilmu Keislaman, dalam Metodologi Penelitian Agama: Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Tiara Wacana,1989

13.Endang Saifuddin Anshari, Ilmu Filsafat dan Agama, Surabaya: Bina Ilmu Bekerjasama dengan Lembaga Studi Islam Bandung, 1987

14. M.Amin Abdullah, Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1995
15.  E. Sumaryono, Herneneutik, Sebuah Metode Filsafat, Yogakarta:Penerbit Kanisius, 1999
16.  Richard E. Palmer, Herneneutics, Evanston: Norhwestern Univ. Press, 1969,
17. Jamali Sahrodi, Metodologi Studi Islam (Menelusuri Jejak Historis Kajian Islam ala Sarjana Orientalis), Bandung: Pustaka Setia, 2007

BIODATA PENYUSUN

Nama lengkap             : Dra. Ani Pujilestari
NIM                            : MP-16041
Jurusan                        : MPI
Tempat, Tanggal Lahir: Pati, 30 April 1967
Alamat                                    : Jl. Raya Pati-Tayu km.20 Purwodadi Margoyoso Pati
Telp / HP                     : (0295)4150534 / 081325366176
Email                           : pujieani@gmail.com
Aktifitas                               : @ Mengajar - mengelola PAUD
                                      @ Tranner PAUD
                                   
Prestasi                                                : # Juara I Gambar Seri tingkat Kec. Thn 2000
                                      # Juara Harapan III Gambar Seri tingkat Kab Thn 2000
                                      # Juara II Dongeng Bahasa Jawa Tingkat Kec. Thn 2010
                                      # Juara III Guru Berprestasi Tingkat Kec. Thn 2011
  # Juara I Cipta Lagu untuk anak Tingkat Kec. Thn 2014
                                      # Harapan II Cipta Lagu untuk anak Tingkat Kab. Thn 2014

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "STUDI ISLAM DAN LINGKUP KAJIANNYA"

Posting Komentar