blog seputar madrasah

KENALI POTENSI PUTRA-PUTRI ANDA

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa anak terlahir suci,bersih bagai kertas putih. `Pada dasarnya, orangtua bisa membentuk anak - anaknya menjadi anak jenius. Tentu dengan keuletan, penuh kesabaran, dan tidak mengekang kehidupannya. Orangtua hanya memantau, dan juga mengawasi semua gerak geriknya tanpa melarang keras.
ikuti cara mencetak anak-anak jadi kreatif, sehingga kelak menjadi anak genius,:
1. Membimbing dengan contoh
Sebuah studi terbaru menemukan, orang tua yang sangat kreatif mempunyai anak yang sangat kreatif di umur 1 tahun. Penelitian sebelumnya menemukan, hubungan ini berlaku ketika anak-anak mencapai usia remaja. Anda mungkin bertanya-tanya apakah hubungan ini terkait genetika.Namun, genetika hanya berpengaruh sebagian kecil dari kreativitas. Anak-anak mungkin belajar menjadi kreatif dari orangtua.Penelitian eksperimental menemukan, ketika anak-anak melihat orang lain menjadi sangat kreatif, bahkan lebih kreatif sendiri.Anda bisa memakai banyak cara yang berbeda dari objek untuk dipelajari anak. Misalnya, ketika Anda berada di dekat anak, tunjukkan kalau handuk bukan hanya handuk biasa tapi bisa dibentuk sebagai selimut dan topi.
2. Menonton film magic 
Tontonlah film bernuansa sihir dengan anak Anda. Satu penelitian menemukan, jika anak-anak menonton video klip  Harry Potter and the Philosopher’s Stone selama 15 menit, mengandung konten ajaib. Anak-anak lebih kreatif beberapa hari kemudian.
3. Improvisasi tarian
Sebuah penelitian baru-baru ini, salah satu kelompok anak diajarkan tarian diiringi lagu-lagu pop. Sementara itu, kelompok lain diperintahkan untuk berimprovisasi menari. Misalnya, memikirkan segala cara yang berbeda agar bisa bergerak dengan lengan. Anak-anak yang melakukan improvisasi tarian ternyata lebih banyak menghasilkan ide original pada tes kreativitas dibanding anak-anak yang belajar tarian.
4. Berikan kebebasan
 Berhenti mengatakan anak Anda, apa yang harus dilakukan. Beberapa studi menemukan, ketika orangtua mempunyai tingkat tuntutan yang tinggi untuk anak-anak dan kurang responsif terhadap ide anak.
Anak-anak justru tidak mampu berkreativitas, tingkat kreativitas lebih rendah. Sebaliknya, jika orangtua kurang menuntut tetapi lebih responsif terhadap anak-anak, kreativitas anak-anak meningkat.
5. Pahami generasi yang serba touchscreen
Banyak orangtua yang ketat membatasi akses anak-anak ke TV dan komputer karena percaya perangkat teknologi dapat membatasi kreativitas anak-anak. Tetapi penelitian menunjukkan hal ini belum tentu benar. Para peneliti baru-baru ini meneliti sekelompok kecil anak-anak di rumah dan di sekolah saat menggunakan tablet. Melalui metode observasi, peneliti menemukan, aplikasi yang memungkinkan anak-anak untuk menulis, menggambar, dan musik mendorong kreativitas anak-anak.
Hal ini tidak hanya terjadi saat anak-anak bermain dengan aplikasi, tapi saat offline juga.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KENALI POTENSI PUTRA-PUTRI ANDA"

Posting Komentar