blog seputar madrasah

PENTINGNYA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

PLANNING PEMBELAJARAN 
MENURUT ALQUR'AN DAN HADIST









BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam bidang apapun, perencanaan merupakan unsur pentingdan strategis yang  memberikan arah dalam pelaksanaankegiatan untuk mencapai tujuan ataupun sasaran yang dikehendaki. 
Demikian juga dalam dunia pendidikan, perencanaan merupakan salah satu faktor kunci efektifitas tercapainya kegiatan-kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan setiap jenjang dan jenis pendidikan pada tingkat lokal maupun nasional.
Namun pada kenyataanya, unsur perencanaan pendidikan masih lebih banyak dijadikan faktor pelengkap atau hanya sebagai penjabaran kebijakan seorang pimpinan, sehingga sering terjadi tujuan yang ditetapkan tidak tercapai secara optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah para perencana pendidikan masih kurang memahami proses dan mekanisme perencanaan dalam konteks yang lebih komprehenship. Selain itu posisi pembuat perencanaan belum merupakan “key factor’ keberadaan suatu lembaga pendidikan, baik pada tingkat makro maupun mikro, sehingga perencanaan pendidikan terhadap pencapaian visi, misi dan tujuan lembaga pendidikan belum dirasakan secara optimal.
B. Rumusan Masalah
Pada makalah yang berjudul;”PENTINGNYA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PLANNING) MENURUT AL QUR’AN DAN HADIST’ pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana peran perencanaan dalam manajemen pendidikan menurut Al Qur’an; QS Al Hasy:18, QS Al An am:38, QS Al A’raf 172
2.      Bagaimana Asbabun Nuzul dari Al Qur’an; QS Al Hasy:18, QS Al An am:38, QS Al A’raf 172
3.      Bagaimana Tafsir tentang Al Qur’an; QS Al Hasy:18, QS Al An am:38, QS Al A’raf 172
4.      Bagaimana relevansi ayat terhadap dunia pendidikan?
5.      Bagaimana hadist tentang perencanaan pendidikan/pembelajaran?






BAB II
PEMBAHASAN
A.Peran Perencanaan Dalam Manajemen Pendidikan Menurut Al Qur’an
Perencanaan dipandang penting dan diperlukan dalam suatu organisasi, lembaga maupun instansi dikarenakan;
·         Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksana kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan
·         Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (forecasting) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi.Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi sedini mungkin.
·         Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik (the best alternative) atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik (the best combination)
·         Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya.
·         Dengan adanya rencana, maka akan ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kinerja usaha atau organisasi, termasuk pendidikan.1
Namun kita sebagai umat muslim memiliki pandangan yang lebih bijak dan relevan daripada pendapat-pendapat pakar perencanaan tersebut. Islam mengajarkan kita tentang studi perencanaan secara jelas terperinci dalam Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber segala ilmu yang menjadi pedoman kita untuk menindak lanjuti berbagai macam permasalahan hidup, begitu pun dengan perencanaan. Sebagai muqodimah dapat kita analisis ayat Al-Quran di bawah ini;


Dan tidak ada seekor burung pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Alloh عزوجل mereka dikumpulkan. (QS. Al An’am, 38). 2






1.PT. Remaja Rosdakarya, Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif, Udin Syaefudin Sa’ud, M. Ed, Ph.D dan Prof. Dr. Abin Syamsuddin Makmun, MA
2.Maghfirah Pustaka, Departemen Agama RI, Qur’an Tajwid Maghfirah
Dalam surat yang lain Alloh عزوجل berfirman :


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allohعزوجل dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwa-lah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr, 18).3
Alloh عزوجل, seperti yang tersirat dalam (QS. Al Araaf, 172) 


“Dan ingatlah ketika Tuhan kalian menjadikan keturunan Bani Adam dari tulang punggung mereka dan Allohعزوجل mengambil kesaksian atas diri mereka, Bukankah Aku ini Tuhan kalian? Mereka menjawab, Betul kami menjadi saksi. Yang demikian supaya kalian tidak mengatakan pada hari kiamat, Sesungguhnya kami orang-orang yang lalai tentang ini”. 3

B. Asbabun Nuzul
Asbābun Nuzūl (Arab: اسباب النزول, Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat) adalah ilmu Al-Qur'an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab turunnnya ayat.
Dalam  Surah Al Hasy;18 maupun Al A’raf 172 tidak ditemukan asbabun nuzul secara rinci.










3.Maghfirah Pustaka, Departemen Agama RI, Qur’an Tajwid Maghfirah


C. Tafsir Ayat
Teks atau wahyu tidak dapat dipahami secara sempurna karena manusia tidak dapat berdialog secara langsung dengan pemilik teks. Ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup ada perantara yang membantu memahami teks atau wahyu teersebut. Akan tetapi setelah Nabi wafat, maka munculah pemisah antara wahyu dan manusiakarena perantara yang membantusudah tiada. Dengan tidak adanya perantara (Nabi) itu, maka munculah masalah, karena penghubung wahyu terputus.
Dalam bahasa Arab, metode biasa diterjemahkan dengan manhaj atau thariqah. Metode merupakan cara atau salah satu sarana terpenting untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi metode penafsiran Al Qur’sn merupakan caara yang sistematis untuk memahami yang benar dari maskud Allah dalam Al Qur’an baik yang didasarka pada pemakaian sumber-sumber penafsirannya, sistem penjelasan tafsiran-tafsirannya, keluasan penjelasan tafsiranmaupun yang didasarkan pada sasaran dan sistematika ayat yang ditafsirkan.  
Adapun metode penafsiran Al-Quran yang penulis pakai adalah : Tafsir Ijmali/global. Kami sangat berharap agar teman-teman tidak merasa puas dengan penjelasan dalam makalah ini saja, tetapi harus mencari dan menggali literatur hadits atau buku lainnya.
Al Qur’an; QS Al An- am;18
Dan tidak ada seekor burung pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Alloh عزوجل mereka dikumpulkan. (QS. Al An’am, 38).
Firman Allah Swt.: tsumma ilaa rabbiHim yuhsyaruun (“kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”) (Al An’am: 38)
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: tsumma ilaa rabbiHim yuhsyaruun (“kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”) (Al An’am: 38)
Bahwa penghimpunannya ialah bila telah mati.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil, dari Sa’id, dari Masruq, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas; disebutkan bahwa matinya hewan-hewan merupakan saat penghimpunannya. Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas .Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Mujahid dan ad-Dahhak yang semisal.
Pendapat yang kedua mengatakan, penghimpunannya ialah saat hari berbangkit, yaitu di hari kiamat nanti, berdasarkan firman Allah Swt. yang artinya:
“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.”(AtTakwir: 5)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Sulaiman, dari Munzir As Sauri, dari guru-guru mereka, dari Abu Zar, bahwa Rasulullah Saw. melhat dua ekor domba yang sedang adu tanduk (bertarung), lalu Rasulullah Saw. bersabda:
“HaiAbu Zar, tahukah kamu mengapa keduanya saling menanduk?” Abu Zar menjawab, “Tidak.” Nabi Saw. bersabda “Tetapi Allah mengetahui, dan Dia ketak akan melakukan peradilan di antara keduanya.”
Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Ma’ma r , dari AI A’masy, dari orang yang disebutkannya, dari Abu Zar yang menceritakan bahwa ketika para sahabat sedang berada di hadapan Rasulullah Saw., tiba-tiba dua kambing jantan saling menanduk [berlaga]. Maka Rasulullah Saw. bersabda: “Tahukah kalian mengapa keduanya tanduk-menanduk?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Kami tidak tahu.” Rasulullah Saw. bersabad, “Tetapi Allah mengetahui, dan kelak Dia akan mengadakan peradilan di antara keduanya.”
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur Munzir As-Sauri, dari Abu Zar, lalu ia menyebutkannya, tetapi ditambahkan bahwa Abu Zar berkata, “Dan sesungguhnya Rasulullah Saw. meninggalkan kami, sedangkan tidak sekali-kali ada seekor burung mengepakkan sayapnya di langit melainkan beliau Saw. menceritakan kepada kami pengetahuan mengenainya.”
Abdullah ibnu Imam Ahmad telah mengatakan di dalam kitab musnad ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Abbas ibnu Muhammad dan Abu Yahya Al-Bazzar; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Nasir, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Al Awwam ibnu Muz ahim, dari Bani Qais ibnu Sa’labah, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Usman r.a., bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Sesungguhnya hewan yang tidak bertanduk benar-benar akan menuntut hukum qisas terhadap hewan yang bertanduk (yang telah menanduknya) kelak di hari kiamat.”
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mam, dari Ja’far ibnu Barqan, dari Yazid ibnul Asam, dari Abu Hurairah sehubungan dengan firman-Nya:
Illaa umamun amtsaalukum maa farrathnaa fil kitaabi min syai-in tsumma ilaa rabbiHim yuhsyaruun (“melainkan umat-umat [juga] seperti kalian. Tiadalah Kami lupakan sesuatu pun di dalam AlKitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”) (Al An’am: 38)4






4.Tafsir Ibnu Kastir Surah Al An-am:38

Dari ayat tersebut dapat kita ambil makna yang tersirat, bahwasannya setiap mahluk hidup memiliki aktivitasnya masing-masing, dan setiap aktivitas tersebut akan dicatat dalam kitab amal perbuatan. Dari mulai yang terkecil hingga yang terbesar akan dicatat secara rinci dan detail oleh Malaikat. Dan kelak buku amalan tersebut akan menjadi saksi di Yaumul Hisab. Untuk itu perlu adanya perencanaan dalam melakukan suatu aktivitas, karena manusia berbeda dengan mahluk hidup lainnya, manusia memiliki aktivitas yang dinamis, berbeda dengan tumbuhan dan hewan. Karena manusia dibekali oleh akal pikiran, hal ini merupakan faktor yang membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya di alam dunia.
Dalam surat yang lain Alloh عزوجل berfirman :


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allohعزوجل dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwa-lah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr, 18).
Pengetian di atas diambil dari terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia. Sedangkan menurut kamus dan ilmu gramatikal bahasa arab, akan dijabarkan sebagai berikut;
Yang pertama kataيا yang bermakna panggilan terhadap seseorang, dalam bahasa arab disebut harf nida. Berikutnya adalah kata اﯿﮭا yang berasal dari kata أي dimasukkan ke dhomir ﮬي (seorang perempuan). Selanjutnya kata ءأمنوا yang merupakan fiil madhi (bentuk lampau) dan berasal dari kata ََأَمِنََ yang berarti ‘aman’ dimasukkan ke dhomir ﮪم (laki-laki lebih dari dua orang). Selanjutnya, kata اتّقوا merupakan fiil madhi dari kata اتقى dimasukkan ke dhomir ﮪم (laki-laki lebih dari dua orang). Sedangkan bentuk masdarnya berasal dari kata ittaqa-yattaqi (اتقى يتقى), yang berarti ‘menjaga diri dari segala yang membahayakan’. Sementara pakar berpendapat bahwa kata ini lebih tepat diterjemahkan dengan ‘berjaga-jaga atau melindungi diri dari sesuatu’. Taqwa juga berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah (وقى يقى وقاية ), yang berarti ‘menjaga diri’, ‘menghindari’, dan ‘menjauhi’. Yang keenam adalah kata اللّه adalah ism dibentuk dari huruf ا ل ل ه , adanya ا لmengindikasikan bahwasannya kata tersebut معرفه (sudah diketahui) artinya, sebelum manusia hidup di alam dunia, mereka telah mengetahui Tuhan yang berhak disembah hanya-lah Alloh عزوجل, seperti yang tersirat dalam (QS. Al Araaf, 172) 


“Dan ingatlah ketika Tuhan kalian menjadikan keturunan Bani Adam dari tulang punggung mereka dan Allohعزوجل mengambil kesaksian atas diri mereka, Bukankah Aku ini Tuhan kalian? Mereka menjawab, Betul kami menjadi saksi. Yang demikian supaya kalian tidak mengatakan pada hari kiamat, Sesungguhnya kami orang-orang yang lalai tentang ini”. 
Kata berikutnya ولتنظر asal kata dari نظر yang artinya ‘melihat’ ditambah harf وdan لم , fungsi dari لم ialah men-jazm-kan fiil mudhari. Artinya ‘dan tidak kalian melihat’. Kata yang kedelapan ialah نَفْسٌ yang asal katanya adalahنفس yang maknanya berarti ‘indah, bagus, sangat berharga’. Bisa juga berasal dari kata نفس yang maknanya berarti ‘meringankan, menghilangkan’ dan yang terakhir bisa juga berasal dari kata نفس yang artinya ‘menahan’.
Berikutnya مّا yang artinya adalah ‘apa-apa’ yang berkedudukan sebagai tamyiz, berfungsi sebagai pembeda. Yang kesepuluh adalah قدّمت berasal dari kata قدم artinya ‘mendahului’, fiil madhi yang dimasukkan kedalam dhomir ﮬي (seorang perempuan) yang kedudukannya sebagai mubtada dari kata لِغَدٍ , kata ini berkedudukan sebagai Hal (kata yang menunjukan keadaan). Selanjutnya mengenai واتقوا اللّه telah di bahas di atas, maka penulis tidak membahasnya dua kali. Kata keempatbelas ialah إنَّ yang artinya ‘sesungguhnya’ berkedudukan menashabkan mubtada dan merofakan khobar, fungsi إنَّ untuk menashabkan dalam surat ini adalah pada kalimat تعملون asal kata dari عمل yang artinya ‘melakukan, berbuat’, ciri nashabnya dengan و karena termasukجمع المذكر السّالم. Sedangkan إنَّ berkedudukan untuk merofakan khobar ialah pada kalimat خَبِيْرٌ asal kata dari خَبَرَyang artinya ‘mengetahui’, ciri rofanya dengan dhomah.
Dari penjelasan dan penjabaran tersebut maka dapat diambil kesimpulan berdasarkan gramatikal bahasa arab dari ayat (QS.Al-Hasyr, 18) adalah seruan Alloh  عزوجل  kepada laki-laki dan perempuan yang telah beriman untuk senantiasa bertaqwa kepada-Nya serta hendaknya tidak hanya melihat apa-apa keindahan (dunia) yang melemahkan-mu dan bertaqwalah kepada  Alloh  عزوجل,  sesungguhnya  Alloh عزوجل mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan. Untuk itu, hendaknya manusia membuat suatu perencanaan dan mengevaluasinya setiap saat, karena tujuan hidup manusia untuk memiliki bekal di akhirat kelak yang kekal abadi. والله أعلمُ بالـصـواب

D. RELEVANSI AYAT  DENGAN PENDIDIKAN
1. Perencanaan dalam Perspektif Islam dan Implikasinya dalam Kehidupan
Menurut Ricky W. Griffin yang mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran ( goals) secara efektif dan efisien. Mengacu pada urutan proses manajemen tersebut, maka perencanaan adalah proses yang paling awal dan menentukan langkah menuju sasaran dari manajemen itu sendiri, perencanaan sangat terkait dengan proses evaluasi yang dilakukan terus menerus baik selama proses manajemen itu berjalan atau hingga tercapainya sasaran manajemen tersebut. Dengan  perannya yang sangat menentukan tersebut, perencanaan dianggap penting karena menjadi penentu dan ketercapaian tujuan. Pentingnya perencanaan tersebut semakin mengukuhkan perencanaan yang baik, positif dengan pencapaian tujuan suatu organisasi.1
Aspek Perencanaan dalam Islam
“Apakah Islam dalam Al - Qur’an mengajarkan dan mengkaji masalah perencanaan ini?”
Jawaban yang terkait langsung dengan pertanyaan di atas adalah ayat berikut ini:
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha waltanzhur nafsun maa qaddamat lighadin waittaquu allaaha inna allaaha khabiirun bimaa ta'maluuna.
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
( Surat Al-Hasyr, ayat 18 ).
Soejitno Irmin dalam buku  Kepemimpinan Melalui Asmaul Husna manafsirkan atas ayat tersebut bahwa: Allah sebagai pencipta, Allah sebagai Perencana semua makhluk ciptaannya, Allah adalah Maha Merencanakan. pada dasarnya manajer atau  pemimpin yang harus mempunyai banyak konsep tentang manajemen termasuk di dalamnya perencanaan. Pemimpin yang baik adalah yang mempunyai visi dan misi, dan membangun kedua hal tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan bersama serta hasil dari perencanaan yang baik matang.
Di samping itu kata perhatikanlah menurut Iman Al-Ghazali mengandung makna bahwa manusia harus memperhatikan dari setiap perbuatan yang dia kerjakan, serta harus mempersiapkan diri (merencanakan) untuk selalu berbuat yang terbaik demi hari esok. dan Manusia harus kembali ke Tuhan-Nya dengan selamat dan sejahtera proses selamat tersebut harus dimulai dari dunia ini yang diwujudkan dengan tingkah laku yang baik, sesuai dengan apa yang tercantum dalam surat Al-Hasyr ayat 18 tersebut yaitu Kata: ” hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dalam surat tersebut,”dan kata itu menekankan adanya perencanaan yang  baik dalam diri manusia atas segala tindakan selama di dunia sehingga ia akan mendapatkan keselamatan di akhirat nanti.
Choiruddin Hadhiri. SP, dalam bukunya “Klasifikasi  Kandungan Al-Qur’an”, menyatakan : “Dalam setiap langkah gerak , manusia harus instrospeksi memperhatikan apa-apa yang telah diperbuatnya untuk kebaikan masa depan, dengan kata lain berarti manusia harus memiliki rencana, sehingga manusia hidupnya terarah dan tidak terjerumus ke lubang yang sama”.

2.IMPLIKASI  PERENCANAAN
Implikasi adalah keterlibatan atau keadaan terlibat. Manusia sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya.4
Dari penjelasan tersebut dan implikasinya terhadap manajemen akan memberikan pemahaman bahwa proses perencanaan yang baik berlandaskan pendekatan Agama Islam pada Surat Al-Hasyr Ayat 18 dapat menciptakan proses menajemen yang baik (ideal). Perencanaan dalam menajemen adalah landasan utama untuk mencapai sebuah tujuan yang baik, sehingga perencanaan yang baik-lah yang akan menghasilkan tujuan yang baik. Perencanaan merupakan proses untuk menentukan ke mana harus melangkah dan mengidentifikasi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dengan cara efektif dan efisien, sehingga perencanaan sesuai yang diinginkan dalam Surat Al-Hasyr, ayat :18, mengandung enam pokok pikiran yaitu:
1.      Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
2.      Keadaan masa depan yang diinginkan dibandingkan dengan kenyataan sekarang,   sehingga  dapat dilihat kesenjangannya.
3.      Untuk menutup kesenjangan perlu dilakukan usaha-usaha.
4.      Usaha untuk menutup kesenjangan tersebut dapat dilakukan derngan berbagai  ikhtiar dan alternative.
5.      Perlu pemilihan alternative yang baik, dalam hal ini mencakup efektifitas dan efesiensi.
6.      Alternative yang sudah dipilih hendaknya diperinci sehingga dapat menjadi petunjuk dan pedoman dalam pengambilan keputusan maupun kebijaksanaan.
Dengan implikasi perencanaan yang benar, maka langkah awal dari sebuah tatanan  proses manajemen sudah terumus dan terarah dengan baik. Perumusan dan arah yang  benar merupakan bagian yang terbesar jaminan tercapainya tujuan. Dan jika yang diinginkan itu adalah sebuah kebaikan, maka kebaikan itulah yang siap untuk digenggam dan dinikmati.
Perencanaan merupakan salah satu empat fungsi manajemen yang penting dan saling terkait satu sama lain. Kita dihadapkan pada pertanyaan apakah suatu rencana berjalan dengan baik atau tidak. Pertanyaan mendasar ini kiranya aktual diajukan manakala kita melihat realitas keseharian yang menunjukkan banyaknya kegagalan akibat perencanaan yang salah dan tidak tepat. Kesalahan perencanaan dapat berada ada awal perencanaan itu sendiri ataupun pada saat proses perencanaan itu berlangsung

            3.JENIS-JENIS  PERENCANAAN
     Menurut Asnawir Dilihat dari segi waktu perencanaan yaitu :
1.      Perencanaan jangka panjang, Artinya rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun,  bersifat umum, dan belum terperinci.
2.      Perencanaan jangka menengah, antara lima sampai sepuluh tahun.
3.      Perencanaan jangka pendek, waktu antar satu tahun sampai lima tahun.
Dilihat dari segi sifatnya yaitu :
1.      Perencanaan kuantitatif, adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
2.      Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas
4.Rencana Startegi Dalam Lembaga Pendidikan Islam
Perencanaan strategi adalah usaha sistematis formal dari suatu perusahaan untuk     memperjelas sasaran utama, kebijakan-kebijakan dan strategi. Menurut Asnawir  perencanaan startegik adalah proses pemikiran tujuan perusahaan atau organisasi,  penentuan kebijakan, dan program yang perlu untuk mencapai tujuan tertentu, maka  perlu di susun perencanaan.
Metode perencanaan strategic adalah sebagai berikut:
1.      Pendekatan dari atas ke bawah, biasanya dibuat oleh perusahaan yang bersifat sentralisasi.
2.      Pendekatan dari bawah, yaitu metode rancangan perencanaan dari bawah ke atas.
3.      Pendekatan interkatif adalah pendekatan manajer dari pusat bersama direksi-direksi  berdialog secara terus menrus selama penyusunan rencana, termasuk juga berdialog dengan para staf pusat dan divisi-divisi.
4.      .Pendekatan perencanaan secara tim adalah pendekatan yang lebih banyak dilakukan  pada perusahaan kecil dan bersifat sentralisasi.
5.      Pendekatan tingkat ganda adalah pendekatan strategi dirumuskan secara independen pada tingkat korporasi dan pada tingkat unit bisnis.
Kedua kekuatan yang tersedia, meliputi kelembagaan letak geografis, factor hsitoris ketenagaan, kurikulum, perpustakaan, penelitian, penerbitan danpengabdian masyarakat. Ketiga kelemahan-kelemahan yang masoih dipunyai, meliputi persepsi masyarakat, tradisi akademis dan etos kerja, pendanaan, pengembangan sumber daya manusia, otonomi lembaga, ketenagaan, perpustakaan, penelitian, penerbitan, dan pengabdian masyarakat, sarana dan prasarana. Keempat beberapa peluang yang meliputi kelembagaan, ketenagaan, kurikulum, perpustakaan, penelitian,  penerbitan, dan pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, saran dan  parsarana.
Kelima, tantangan meliputi kelembagaan, ketenagaan, kurikulum,  perpustakaan, penelitian, penerbitan dan pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, sarana dan prasarana. menurut tingkatannya :
1.      perencanaan strategic
Perencanaan strategic disebut juga dengan perencanaan jangka panjang. Strategi itu menurut R.G. Muurdick diartikan sebagai konfigurasi tentang hasil yang diharapkantercapai pada masa depan. Bentuk konfigurasi terungkap berdasarkan
1.Ruang lingkup
2.Hasil persaingan
3.Target
4.Penataan sumber-sumber Perencanaan strategic digunakan untuk mengatakan suatu lingkup perencanaan yang lebih “general”disamping adanya beberapa jenis perencanaan lain yang disebut stainer. Pengertian perencanaan strategic yaitu proses pendayagunaan sumber-sumber dan strategi yang mengatur pengadaan dan pendayagunaan sumber untuk pencapain tujuan . Hal tersebut bertujuan untuk mencari bentuk dan identitas pada masa yang akan datang dengan mempertimbangkan berbagai kompleks dalam suatu system. Berdasarkan hal diatas, metode penelaah dan pemecahan masalah didasarkan atas kerangka ini mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut:
1.Sistematik dan sistemik
2.Berorientasi pada output dan konfigurasi keinginan
3.Mempunyai tujuan menyeluruh
4.Berdimensi jangka panjang, menengah, dan pendek
5.Menerapkan metode keilmuan analisi teoretik dan empiric dengan program          pengembangan.
6.Rencana operasional terjabar kedalam proyek dan program
7.Berlandaskan kebijakan
8.Memperhitungkan norma dan kaidah
9.Mempunyai pola input, proses, output dengan informasi umpan balik.
2. perencanaan koordinatif
Perencanaan koordinatif ditunjukan untuk mengarahkan jalannya pelaksanaan, sehingga tujuan yang telah ditetapkan itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Perencanaan ini mempunyai cangkupan semua aspek operasi suatu system yang meminta di taatinya kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkanpada tingkat  perencanaan strategic. Sedangkan ada pendapat lain yang menyimpulkan yang hampir sama dengan  pengertian diatas yaitu menurut dalam buku system informasi manajemen dan  perencanaan pembangunan pendidikan yang disusun Idocdi Anwar, dkk yang dikutip dari H. Ozbehkan (D. Cleland & W.R king. 1975, Hal, 31) mengemukaka tiga jenis perencanaan, yaitu: “polici planning. Strategic planning dan operational planning
1.      Perencanaan strategis berbagai upaya untuk mempersiapkan seperangkat desisi dimasa yang akan datang yang mempengaruhi keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu organisasi
2.      Perencanaan taktis adalah sebagai upaya dalam mempersiapkan berbagai desisi untuk kegiatan-kegiatan jangka pendek terutama dalam mengalokasi berbagai sumber yang diperlukan dalam pencapaian tujuan
3.      Perencanaan teknis adalah proses upaya untuk mempersiapkanberbagai desisi untuk dilaksanakan terutama dalam jangka waktu yang pendek dan untuk pelaksanaan tugas-tugas yang spesifik dalam rangka pencapaian tujuan yang sudah pasti (target-target)
C. menurut jangka waktunya
1.       perencanaan jangka pendek Perencanaan jangka pendek adalah perencanaan tahunan atau perencanaan yang dibuat untuk dilaksanakan dalam waktu kurang dari 5 tahun, sering disebut sebagai rewncana operasional. Perencanaan ini merupakan penjkabaran dari rencana jangka menengah dan jangka panjang.
2.       perencanaan jangka menengah Perencanaan jangka menengah mencakup kurun waktu diatas 5-10 tahun. Perencanaan ini penjabaran dari rencana jangka panjang, tetapi sudah lebih bersifat operasional.
3.       Perencanaan jangka panjang Perencanaan jangka panjang meliputi cakupan waktu diatas 10 tahun sampai dengan 25 tahun. Perencanaan ini memiliki jangka menengah, lebih-lebih lagi jika dibandingkan dengan perencanaan jangkla pendek.
Dengan demikian perencanaan tahunan bukan hanya sekedar pembabakan dari rencana 5 tahun, tetapi merupakan penyempurnaan dari rencana itu sendiri.
Kegiatan-kegiatan apakah yang terdapat dalam penyusunan rencana tahunan ? secara garis besar jenis kegiatan dan tahapannya meliputi sebagai berikut:
1.Penyusunan kebijakan umum
2.Penyusunan kebijakan teknis
3.Penyusunan rancangan penyesuaian kebijaksanaaN
4.Penyempurnaan program
5.Penyusunan uraian kegiatan operasional proyek-proyek (UKOP)
6.Identifikasi proyek
7.Penyusunan pra-DUP (daftar Usulan Proyek)
8.Penyusunan DUP Depdikbud
9.Pembahasan DOP, antara Depdikbud, Bapenas dan Departemen Keuangan
10.Penyusunan UKOP
11.Penyusunan Pra-DIP (Daftar Isian Proyek)
12.Pembahasan Pra-DIP, antar Depdikbud, Bappenas, dan Dirjen Anggaran
13.Penyempurnaan UKOP
14.Penyeleseian DIP (dari konsep DIP yang telah disetujui)
D. Jenis perencanaan berdasarkan sifatnya Jenis perencanaan berdasarkan sifat dibagi atas :
a.       Perencanaan Strategik, perencanaan yang berhubungan dengan proses penetapan  tujuan , pengalokasian sumber –  sumber untuk mencapai tujuan dan kebijakan – kebijakan yang dipakai sebagai pedoman untuk memperoleh, menggunakan atau  menghilangkan ha – hal tersebut. Perencanaan strategis cenderung dipusatkan pada masalah  – masalah yang tidak begitu terstruktur yang melibatkan variable  –  variable yang jumlahnya  banyak dan parameter yang tidak pasti.
b.      Perencanaan Manajerial, perencanaan yang ditujukan untuk mengarahkan jalannya  pelaksanaan, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
c.       Perencanaan Operasional, yang memusatkan perhatian pada apa yang akan dikerjakan  pada tingkat pelaksanaan di lapangan dari suatu rencana manajerial. Jenis perencanaan berdasarkan sektor dibagi atas : Perencanaan Nasional, proses penyusunan perencanaan berskala nasional sebagai konsensus dan komitmen seluruh rakyat yang terarah, terpadu, menyeluruh untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
d.      Perencanaan Regional, yang juga disebut dengan perencanaan daerah atau wilayah, diantaranya Propeda dan perencanaan pendidikan di tingkat propinsi, kabupaten /kota.
e.       Perencanaan Tata Ruang, perencanaan yang mengupayakan pemanfaatan fungsi kawasan tertentu, mengembangkan secara seimbang , baik secara ekologis, geografis maupun demografis.
 E. Hubungan antar tipe-tipe atau jenis-jenis perencanaan
Tipe-tipe perencanaan baik dari segi waktu, ruang lingkup, maupun dari segi sifat ada kaitanya satu dengan yang lainya. Perencanaan jangka panjangberkaitan erat dengan tipe-tipe ruang lingfkup terutama perencanaan mikro dengan perencanaan operasional. Perencanaan jangka panjang sifatnya umum dan fleksibel, hamper sama dengan  perencanaan strategi yang sifatnya juga belum spesifik. Perencanaan operasional pada umumnya dilakukan dengan jangka pendekyang mencakup perencanaan makro, meso maupun mikro. Perencanaan operasional  berjangka pendek ini palin jelas tampak pada perencanaan mikro sebab ia bergerak dalam wilayah yang sangat kecil.
Sedangkan Perancanaan itu sendiri adalah seperangkat prosedur untuk memecahkan  permasalahan fisik, social, dan ekonomi, yang harus meliputi prinsip-prinsip sebagai  berikut:
1.      Seperangkat tindakan
2.      Upaya untuk memecahkan masalah,
3.      Memiliki dimensi waktu dan berorientasi ke masa yang akan datang
4.      Suatu proses berputar dengan adanya umpan balik ,
5.      Melibatkan beberapa alternatif untuk mencari  pemecahan
Dari definisi atau pengertian tentang perencanaan tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa perencanaan tersebut disusun agar dapat menuju kearah yang lebih  baik, walaupun demikian tidak semua perencanaan tersebut berjalan sesuai rencana, terkadang sesuatu yang telah kita perhitungkan dengan matang, tapi pada kenyataanya kadang kala terdapat masalah yang diluar perkiraan kita, oleh karena itulah  perencanaan tersebut akan terus dievaluasi dalam kurun waktu tertentu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dan terlaksana dengan baik. Kebijakan yang sering berganti-ganti bukanlah satu-satunya penyebab rendahnya mutu  pendidikan saat ini, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya mutu  pendidikan, diantara faktor-faktor tersebut misalnya adalah rendahnya kualitas/profesionalisme guru selaku tenaga pendidik, kurangnya sarana prasarana  pendidikan, kurangnya perhatian orang tua/partisipasi masyarakat juga dapat menyebabkan rendahnya mutu pendidikan. Rendahnya kualitas/profesionalisme guru dapat disebabkan karena banyak sekali guru yang tidak fokus kepada profesinya dikarenakan rendahnya income yang diperoleh guru tersebut, hingga mereka mengajar hanya untuk memenuhi kewajiban saja, mereka tidak mempunyai beban moral atau tanggung jawab untuk mencerdaskan anak didik mereka, karena yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana mereka dapat mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hariKarena itulah perubahan kebijakan yang dilakukan ditengah jalan sebaiknya seminimal mungkin kalau bisa dihindarkan, hingga tidak menjadikan salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan. Hudson menunjukkan 5 proses perencanaan yaitu radical, advocacy, transactive, synoptic, dan incremental yang dikatakan sebagai taxonomy. Perencanaan partisipatori  berarti perencanaan yang melibatkan beberapa yang berkepentingan dalam merencanakan sesuatu yang dipertentangkan dengan merencanakan yang hanya dibuat oleh seseorang atau beberapa orang atas dasar wewenang kedudukan, seperti perencana di tingkat pusat kepala-kepala kantor pendidikan di daerah.

E. Hadist tentang perencanaan pendidikan/pembelajaran
1.Dari Iyadh bin Himar al Mujasyi’i ra, Rasulullah saw bersabda dalam hadist Qudsi, “Allah berfirman, Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam kondisi bersih (suci), lalu datanglah setan-setan menggoda dan memalingkan mereka dari agama mereka. Setan berupaya mengharamkan apa yang telah dihalalkan untuk mereka.” (HR. Muslim)
2.Dari Abu Hurairah ra, ia berkata :”Rasulullah saw bersabda,”Setiap orang yang dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah)” HR Bukhari dan Muslim
3.Dari Ibnu Abbas ra, :”Rasulullah saw bersabda,”Ingatlah lima perkara sebelum lima perkara ; Sehat sebelum sakit, Muda sebelum tua, Kaya sebelum miskin, Lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENTINGNYA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN"

Posting Komentar