blog seputar madrasah

LESTARIKAN PERMAINAN TRADISIONAL LEWAT PAUD

Di era yang serba canggih, era digital semua serba elektronik. Anak sekarang lebih asyik main game daripada main petak umpet, loncat tinggi atau main kelereng main seru-seruan rame-rame bersama teman.
Sekarang semua permainan bisa dimainkan di smartphone, ini sangat buruk sekali untuk proses pengenalan anak terhadap lingkungan dan juga tidak bagus untuk proses sosialaisasi dengan anak-anak yang lainnya.
Dalam rangka menyelamatkan permainan tradisional yang nyaris punah, kami mengemas permainan-permainan tersebut dalam pembelajaran anak usia dini. 

1. Permainan Tradisional Congklak atau Dakon

Permainan ini bermanfaat untuk perkembangan kognitif, anak dengan cepat mampu berhitung



permainan tradisional congklak yang sudah dimainkan puluhan tahun yang lalu
whatsupindonesia.com
Permainan tradisional ini sudah dikenal di seluruh nusantara, congklak atau dakon berbentuk papan yang memiliki 16 lubang. Untuk memainkannya menggunakan biji yang terbuat dari kulit/cangkang kerang, bisa juga menggunakan batu. Biji congklak berjumalah 98 butir dan yang dapat memainkannya hanya 2 orang saja.
Cara bermain congklak yaitu dengan menentukan siapa dulu yang akan jalan, kemudian pemain harus mengambil biji dari salah satu lubang menuju lubang yang sudah ditentukan yang berada di sebelah kiri dan kanan.
Ambil semua biji satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan tadi sampai habis, yang duluan habis itulah yang menjadi pemenang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LESTARIKAN PERMAINAN TRADISIONAL LEWAT PAUD"

Posting Komentar