blog seputar madrasah

GURU> DIGUGU &DITIRU

Jangan sampai kita masuk kategori wagu tur saru
Guru jangan malu apalagi malu-maluin maka guru juga harus selalu menimba ilmu ga cuma mentranfer ilmu kepada anak didik.Apalagi di era globalisasi seperti ini.
Guru Wagu suka kasih tugas ke siswa suruh cari ini-itu di internet sementara sang guru tak pernah kenal dunia maya.
Saru kalau guru jauh lebih pinter dari muridnya gara-gara guru malas belajar untuk meningkatkan kualitas diri.
Dulu seorang guru benar-benar punya wibawa. Ucapan dan perilaku menjadi teladan bagi anak didik, maka orang jawa bilang guru itu digugu & ditiru , artinya menjadi guru hendaklah tutur katanya penuh makna bukan asal bunyi. Dalam penampilan dan tindak-tanduk menjadi teladan.
Mengapa tingkat wibawa guru semakin menurun?
Ada beberapa hal yang menyebabkan lunturnya kewibawaan seorang guru, diantaranya adalah;
Faktor intern (dari guru itu sendiri)
1. Tidak bisa menjadi teladan
Perilaku guru yang tidak bisa dijadikan  teladan, membuat  peserta didik kurang simpati bahkan cenderung tidak menghargai gurusebagai orang tua di sekolah.
2. Terlalu akrab dengan siswa
 Bercanda berlebihan  antara guru dan siswa tanpa disadari telah mengesampingkan norma, tata krama ( orang jawa bilang nungkak kromo)
3. Berpenampilan semaunya, kumuh dan terkesan nyleneh
 Penampilan yang tidak rapi, acak-acakan menyebabkan kurang empati. Bagaimana mungkin orang lain peduli kalau kita sendiri tidak mempedulikan diri kita.?!
4. Tidak jujur dan suka ingkar janji
Guru yang suka plin plan akan berdampak pada siswa. 
Faktor eksternal 
1.Sikap orang tua 
Sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak, menyebabkan anak kurang menghargai kepada orang tua maupun guru di sekolah
2. pengaruh lingkungan 
Pengaruh buruk pergaulan di luar sekolah, lingkungan yang kurang mendidik 
Anak yang salah pergaulan, biasa liar tanpa aturan maka di sekolahpun sulit untuk beradabtasi dengan baik.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GURU> DIGUGU &DITIRU"

Posting Komentar