Kisah ini belum lama terjadi dan masih hangat dalam kenangan ketika aku melaksanakan ibadah haji tahun 2015.
Sebelum aku tiba ke tanah suci, aku berjanji dalam diriku untuk melaksanakan umroh sunnah 3x berturut-turut yg aku niatkan untuk ibuku.
Umroh pertama berjalan biasa saja.Begitu pula dengan umroh ke dua. Seperti biasa selesai melaksanakan tawaf dan sa'i aku tidak langsung pulang melainkan bermalam di Masjid sambil istiahat baca Qur'an dan menanti esok hari.
Pada umroh yang ke tiga, ketika hendak istirahat ada seorang nenek yang kehausan lalu kuberikan sebotol air zam-zam.
Aneh, ketika aku mengaji disudut ruangan, sang nenek menghampiriku. Kupikir beliau hendak numpang duduk diatas sajadahku. Namun apa yang terjadi?! Sang nenek tidur diatas pangkuanku.Begitu lelapnya beliau tidur. Lelaki muda yang mendampingi nenek merasa sungkan dan dibangunkanlah nenek dipaksa untuk berdiri oleh putranya. Akan tetapi sang nenek kembali menghampiriku dan tidur dipangkuanku sambil memegang erat tanganku dan menciuminya. Sepertinya nenek ini kelelahan dan masuk angin terlihat keringat dingin membasahi punggungnya.
Dan lelaki yang mendampingi nenek kebingungan menelpon kaum kerabatnya.Tak lama kemudian datanglah seorang ibu-bu tinggi besar langsung mencium nenek dan menyuapi sepotong kue. Namun ditolak oleh nenek dan tak mau diganggu tidurnya. Si ibu menangis sambil menciumi nenek. Si ibu memberikan kue kepadaku,eh sang nenek memberi isyarat minta kusuapi, lalu kue yang baru saja aku trima dari ibu sedikit-demi sedikit kusuapkan pada nenek. Aneh kami tak saling kenal tapi terasa akrab seperti sudah lama kenal dan saling melepas rindu.
Kami tak saling sapa karena kami beda bahasa.aku bingung dan berfikir keras merangkai kata untuk menyampaikan apa yang dirasakan nenek. dan akhirnya kutemukan kata "nenek sakit"(dalam bahas arab)
Aku tersentak bayangan ibuku genggaman tangan nenek mengingatkanku saat ibuku hendak menghembuskan nafas terakhir tak mau lepas dan tak ingin jauh dariku.
Sampai menjelang subuh sang nenek akhirnya berhasil kubujuk untuk dibawa ke rumah sakit bersama keluarganya.
Aneh, ketika aku mengaji disudut ruangan, sang nenek menghampiriku. Kupikir beliau hendak numpang duduk diatas sajadahku. Namun apa yang terjadi?! Sang nenek tidur diatas pangkuanku.Begitu lelapnya beliau tidur. Lelaki muda yang mendampingi nenek merasa sungkan dan dibangunkanlah nenek dipaksa untuk berdiri oleh putranya. Akan tetapi sang nenek kembali menghampiriku dan tidur dipangkuanku sambil memegang erat tanganku dan menciuminya. Sepertinya nenek ini kelelahan dan masuk angin terlihat keringat dingin membasahi punggungnya.
Dan lelaki yang mendampingi nenek kebingungan menelpon kaum kerabatnya.Tak lama kemudian datanglah seorang ibu-bu tinggi besar langsung mencium nenek dan menyuapi sepotong kue. Namun ditolak oleh nenek dan tak mau diganggu tidurnya. Si ibu menangis sambil menciumi nenek. Si ibu memberikan kue kepadaku,eh sang nenek memberi isyarat minta kusuapi, lalu kue yang baru saja aku trima dari ibu sedikit-demi sedikit kusuapkan pada nenek. Aneh kami tak saling kenal tapi terasa akrab seperti sudah lama kenal dan saling melepas rindu.
Kami tak saling sapa karena kami beda bahasa.aku bingung dan berfikir keras merangkai kata untuk menyampaikan apa yang dirasakan nenek. dan akhirnya kutemukan kata "nenek sakit"(dalam bahas arab)
Aku tersentak bayangan ibuku genggaman tangan nenek mengingatkanku saat ibuku hendak menghembuskan nafas terakhir tak mau lepas dan tak ingin jauh dariku.
Sampai menjelang subuh sang nenek akhirnya berhasil kubujuk untuk dibawa ke rumah sakit bersama keluarganya.

0 Response to "NENEK PAKISTAN TITISAN IBU"
Posting Komentar